Tugas 4
Cerpen
Syahira
Syahira
![]() |
| Syahira Marliana Dewi |
Tak terasa kini kami telah memasuki awal kelas 11 dan kami di tempatkan di kelas 11 IPA 5. Inilah takdir kami di persatukan kembali, waktu begitu cepat berlalu dan kami begitu dekat,setiap kejadian pasti salah satu dari kami bercerita dan mendengarkan cerita dan aku semakin akrab dengan teman teman sebayaku begitu pun dengan kakak kelasku.
Aku dan indi itu banyak kesamaan, jadi kami udah merasa cocok satu sama lain, bahkan kami sama sama anak osis. Tapi ada sih satu hal yang tak pernah sama, kami selalu meributkan masalah itu dan hal tersebut adalah masalah cowo. Indi itu sukanya cowo ganteng,putih dan humoris sedangkan aku suka cowo yang gimana aja sii, tapi yang penting setia dan kata katanya sesuai dengan perbuatanya jangan lupa pula orangnya perhatian, maka dari itu aku suka yang cuek karena menurutku cowo cuek itu bakalan setia hehe..
Aku dan indi itu banyak kesamaan, jadi kami udah merasa cocok satu sama lain, bahkan kami sama sama anak osis. Tapi ada sih satu hal yang tak pernah sama, kami selalu meributkan masalah itu dan hal tersebut adalah masalah cowo. Indi itu sukanya cowo ganteng,putih dan humoris sedangkan aku suka cowo yang gimana aja sii, tapi yang penting setia dan kata katanya sesuai dengan perbuatanya jangan lupa pula orangnya perhatian, maka dari itu aku suka yang cuek karena menurutku cowo cuek itu bakalan setia hehe..
![]() |
| Kak Anto |
Semakin sini aku dan kak Anto semakin dekat, ntah karena apa saja kita bisa dekat tapi aku merasa ada hal aneh ketika bersama dengan dia, rasanya begitu nyaman meski kak Anto orangnya dingin. Mungkin sikap dingin tapi perhatiannya yang membuat hati tenang tanpa ada paksaan atau kekangan di dalamnya. Kayaknya aku suka sama kak Anto tapi ntahlah.. mungkin aku jatuh cinta, tapi ngga mungkin juga sih kak Anto suka sama aku tuh, jadi tau diri aja sih.
Sudah lama aku dan Indi tidak berbagi cerita tentang cowo, mungkin karena Indi sibuk membantu ibunya di toko karena Indi sedang memperbaiki rumahnya hingga kami jarang main bareng kecuali di sekolah, tapi itu juga kalo curhat bukan tentang cowo . Tapi hari ini ia berbagi cerita tentang cowo dan ini benar benar mengagetkan. Ternyata ia sudah lama menyimpan rasa ke kak Anto tapi baru kali ini ia cerita, setelah dengar cerita itu aku berniat untuk menjauh dari kak Anto demi Indi. Karena menurutku lebih baik mengorbankan perasaan di bandingkan dengan mengorbankan persahabatan.
Dan kini aku berusaha menjauh dari kak Anto. Jujur itu terasa sedikit menyakitkan, yang biasanya ia selalu mengubah kesedihan ku menjadi sebuah kebahagiaan dan sebuah kegelesiahan menjadi ketenangan, kini harus ku jauhi demi sahabatku. Dan sepertinya kak Anto merasa bahwa aku menjauh darinya, ia berusaha menanyakan padaku kenapa aku menjauh, selama 3 Minggu ini aku hanya bertemu kak Anto untuk keperluan OSIS semata bukan untuk pulang bareng atau becanda bareng.Mungkin aku menjauh dari kak Anto kurang lebih dari 2 bulan.
Suatu ketika sepulang sekolah, kak Anto menarik lengan jaketku dari belakang, wajahnya begitu penuh dengan pertanyaan kemudian menanyakan dengan sedikit memaksa, ada apa dan mengapa aku menjauh darinya.Aku di paksa pulang dengannya, di sepanjang jalan kak Anto hanya diam tak berkutik sedikitpun.
Dan aku di bawa ke suatu danau di salah satu taman di Bandung, kemudian ia duduk di atas batu dekat pohon di pinggir danau dan menyuruhku duduk pula "ada apa?, Mengapa kau beda akhir akhir ini?,mengapa kau menjauh dariku?, Atau jangan jangan karena seseorang?, Atau ada yang salah dariku? Apa aku punya salah?" Baru kali ini mendengar pertanyaan yang cukup banyak dari mulut kak Anto "ngga ada papa kak gak ada yang salah juga" kak Anto memalingkan muka. Setelah berapa lama kami saling diam, kemudian tiba tiba "atau ini ada sangkut pautnya sama Indira?, Nggak usah merasa bersalah sama dia, hanya karena dia sahabatmu dan kamu mengorbankan perasaan?." aku terkejut mendengar kak Anto bicara seperti itu, apa ini ya Tuhan apa dia juga... Ah tidak mungkin. Setelah mendengar kak Anto bicara seperti itu aku tidak berkutik sedikit pun, dan setelah itu kak Anto mengajakku pulang mengantarkanku ke rumah.
Ke esokan harinya, tepat pukul 7 Indi sampai di sekolantah karena apa dia kesiangan. Kemudian dia menghampiriku tanpa senyuman sedikit pun, "kenapa Indi?, Ada apa?" Dia menggelengkan kepala. Tak lama kemudian pak Hendra wakasek di sekolah kami memanggil seluruh anggota OSIS beserta OSIS kelas 12 nya juga ntah ada apa. Di tengah penuhnya aula terbuka tiba tiba kak Anto duduk di samping sebelah kanan ku, karena Indi duduk di samping sebelah kiriku dan waktu itu Indi melirikku dengan ujung matanya tanpa mengatakan satu patah katapun. Waktu itu bener bener rasanya pengen keluar dari zona itu, tapi apa daya waktu itu bener bener membingungkan.
Sepulang sekolah tiba tiba Indi meraih tanganku dari belakang dan berkata"jangan korbankan perasaan demi aku" aku tidak paham apa yang di bicarakan Indi "aku tau kok kamu udah lama Deket sama kak Anto, aku tau kamu juga suka sama kak Anto dan aku tau kamu ngejauhi kak Anto karena aku juga suka sama dia, kemarin juga kamu di ajak ke danau sama kak anto kan?!, Gausah di sembunyiin dari aku Hira, aku ini sahabat kamu, aku tau gimana perasaan kamu mesti akhir akhir ini aku jarang barengan sama kamu tapi bukan berarti aku ngejauh dari kamu karena udah tau yang sebenarnya, kamu tau kan aku sibuk karena apa!" "Iya Indi, tapi maaf engga suk_" belum selesai udah di potong "gausa ngerasa bersalah gitu sama aku, toh aku ikhlas ko kalau kamu sama kak Anto. kalian itu sama sama cinta dan aku gak berhak merusaknya, jadi tolong jangan jauhi kak Anto lagi, demi aku! Aku ikhlas ko" dia langsung memelukku erat dan ku balas pelukan Indi sambil berkata " iya Indi aku suka sama kak Anto, tapi aku takut kamu marah dan ngejauhi aku gara gara ini, jadi aku putuskan untuk menjauh demi kamu" di sana tangisanku mulai keluar " ya ampunnnn Hira aku ini sahabat kamu, mana tega aku ngejauh dari kamu gara gara hal ini, aku gak akan biarin kita bubar hanya karena masalah cowo doang!, Jadi udah ya gausah nangis lagi, ayo kita pulang" sambil melepaskan pelukannya dariku dan pergi menggandengku.
Aku tau Indi kamu begitu hancur, tapi aku juga tau kamu akan lebih hancur jika hal ini berlangsung lebih lama dan kamu baru mengetahuinya. Karena dalam sebuah cinta haruslah ada sesuatu atau seseorang yang di korbankan, ntah itu hati, Tanaga, pikiran, diri sendiri bahkan sahabat sendiri. Terimakasih Indi karena telah menjadi sahabat terbaikku dan aku tidak salah memilih sahabat. Dan kini aku sama kak Anto resmi berpacaran.
"*Ingin rasanya ku genggam erat hatinya untuk ku simpan di dalam hati dan rasanya tak ingin ku lepaskan hanya sekejap saja. Menenangkan hati untuk kebahagiaan oranglain bukanlah hal yang begitu mudah, sangat sulit hati ini tuk menjadi tegar dan ternyata sangat sulit pula memendam perasaan yang sudah tumbuh sejak lama. Aku kira cinta ini akan begitu indah dan akan menjadikan hidup menjadi lebih berwarna, tapi keadaan lah yang tak mungkin untuk ku ikuti apa yang di katakan hati. untuk yang pertamakali aku jatuh cinta dan rasanya itu begitu membingungkan*" mungkin itu isi dari hati sahabatku indi. Kita harus belajar mengiklaskan sesuatu yang tidak di takdirkan untuk kita Tapi kita juga harus percaya bahwa orang yang di takdirkan untuk kita akan kembali kepada kita dengan cara apapun itu, karena sebuah cinta tidak harus dengan proses yang manis pasti ada salah satu cinta berproses dengan kedilemaan, mungkin itu yang akan mendewasakan hati dan fikiran kita. Oh iya mindset orang pun akan berubah jiika di hubungkan dengan waktu dan keadaan, bisa saja hari ini seseorang menyukai sesuatu dan bisa berubah kapan pun itu.



Komentar
Posting Komentar